Cara Menjadi Kreatif

{ Posted on 08:40 by Adib Toriq }
Dua kali perjalanan naik bus balik dari surabaya bersama teman saya sahid menelurkan banyak ide kreatif. Saya percaya beberapa ide yang keluar di perjalanan itu kalau diseriusi bisa menjadi bisnis besar (dengan keuntungan lebih dari 50%). Tapi saya tidak akan membahas ide-ide bisnis itu. Yang saya penasaran adalah mengapa dan kapan ide-ide ekstrim, kreatif itu keluar? lebih lanjut lagi, bagaimana supaya ide-ide kreatif itu keluar. Bukankah pada semua bidang, kreatifitas adalah hal yang sangat penting? seniman jelas butuh kreatifitas (dan kadang kebablasan), Guru? mereka butuh kreatifitas untuk membuat metode mengajar yang mudah dipahami, Programmer? percaya atau tidak kadang mereka butuh lebih kreatif darpada seniman!! Semua butuh kreatifitas!!.

Sepertinya asyik juga kalau saya bisa tiba-tiba menjadi manusia yang kreatif (tapi g kebablasan). Oleh karena  itulah saya penasaran dan melakukan riset kecil tentang bagaimana menjadi kreatif, hasil riset itu saya tuliskan di halaman ini. Beberapa hasil riset di internet terlalu tidak masuk akal, jadi cuman yang saya rasa cukup masuk akal saja yang saya rangkum di halaman ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Stress Free
Salah satu teman pernah berkata  bahwa ketika kita stress maka otak akan seperti dicengkram, impuls-impuls di otak akan melambat sehingga kita tidak dapat mengeluarkan jurus-jurus kreatif, bahkan bukan hanya tidak kreatif ,kadang kita berfikir bahwa kita mengalami kemunduran kemampuan otak (baca : tambah goblok). Jadi selesaikan dulu penyebab stress itu. Bagaimana kalau kita butuh kreatifitas untuk menyelesaikan penyebab stress itu? maka coba pergi ke tempat dimana anda tidak fokus pada penyebab stress.....pergi ke tempat baru.....kalau punya duit, coba pergi ke gunung, sewa villa, insyaAllah anda akan bisa lebih fokus pada pekerjaan bukan pada stress. Kalau anda sama seperti saya (baca: mahasiswa dengan budget pas-pasan), maka anda bisa ke perpustakaan kota, kafe, atau dimanapun tempat baru yang bisa mengurangi stress anda.

"Dolan"-lah Agar Kreatif
Creativity occurs when new relationships between existing elements occur and/or when new elements are brought in (bostrom 1993, Gryskiewicz 1980&1987). Dalam bahasa perjuangan artinya adalah "kreativitas muncul ketika terjadi relasi antara elemen-elemen yang sudah ada sebelumnya dengan elemen-elemen baru" (kurang lebihnya mohon maafkan penerjemah malas ini). Intinya adalah semakin banyak elemen yang ada di otak kita ini, semakin banyak ide kreatif yang dihasilkan. Elemen-elemen baru ini biasanya kita dapatkan dari luar lingkungan kita biasanya.

Berikut adalah salah contoh bagaimana ide kreatif bisa muncul karena adanya elemen-elemen baru.  Pada suatu hari ketika saya dan sahid ke fakultas peternakan, kami mengobrol dengan salah satu dosen disana, Pak Halim namanya. Awalnya pembicaraan tersebut cuman berkisar pembuatan basis data pakan ternak untuk dinas peternakan jawa timur, Tapi setelah beberapa waktu pembicaraan tersebut sampai ke formulasi pakan ternak. Para peternak mempunyai permasalahan untuk menetukan komposisi bahan yang paling murah dengan batasan komposisi tertentu, kami tahu bahwa masalah itu adalah masalah kombinatorial, dan ada beberapa metode untuk menyelesaikannya. Pak halim tidak tahu masalah kombinatorial, sama seperti kita tidak tahu masalah formulasi (sampai kita bertemu dengan salah satu mahasiswa peternakan), tapi adanya elemen-elemen baru tersebut melahirkan aplikasi yang menurut kami cukup sukses (belum lagi masalah formulasi tersebut mengantarkan PKL kami, dan skripsiku sukses). Ketika kami diajak mempresentasikan hasil aplikasi kami ke staff menteri, kami memiliki ide baru "bagaimana kalau digabungkan dengan GIS" (Sayangnya belum kesampaian untuk membuat aplikasi ini).

Jadi untuk mendapatkan ide-ide baru kita harus keluar dari lingkungan kita biasanya, So......DOLAN LAH!!!


Kadang Kita Perlu untuk menjadi Tidak Logis
Apakah anda tahu siapa orang paling kreatif di dunia? Einstein? leonardo davinci? .hmmm....kalau aku sih akan berkata "anak kecil". Masih ingat bagaimana waktu kita masih kecil dan kita menyusun strategi untuk minta dibelikan mainan? (and we never give up), atau bagaimana kita bermain perang-perangan dengan berbagai skenario? (atau kalau cewek bermain rumah-rumahan). Kenapa ketika dewasa kreatifitas jauh berkurang? karena kita terbiasa melatih otak kiri kita untuk logis dan lupa untuk melatih kreatifitas otak kanan kita. Oleh karena itu salah satu cara untuk menjadi kreatif adalah dengan mengumpulkan (dan menuliskannya) semua ide liar kita terlepas itu masuk akal atau tidak. Setelah itu baru kita pikirkan apakah ada cara logis untuk mewujudkannya.

masih banyak cara lain untuk menjadi kreatif.......mudah-mudahan lain kali bisa saya tambahkan.

Development Nasi Goreng Ala Adibun

{ Posted on 04:03 by Adib Toriq }
Apa yang terjadi ketika hasrat adib untuk men-koding tinggi, perut keroncongan, saat ini jam 3 pagi, dan gak tega mau membangunkan uswah yang tidur dengan menghabiskan resource bantal? maka ide-ide kreatif men-koding dialihkan menjadi sebuah algoritma membuat nasi goreng yang.........anggap saja kreatif (atau dapat dibaca ngawur). Karena berusaha beda dengan penulis resep yang mencoba membuat masakannya dulu baru posting di internet, adib akan menulis rencana development di internet dulu baru mencoba. tunggu update terbaru untuk rasanya. :)

Dari beberapa referensi di internet resep nasi goreng itu melibatkan kelas BawangMerah, BawangPutih, dan Kelas CabaiMerah. Karena kelas CabaiMerah tidak available, jadi kuganti dengan Sambal Botol. Secara Lengkap Kelas yang dibutuhkan untuk membuat sebuah objek nasi goreng adalah :
  • bawang putih : 2 siung (dihaluskan)
  • bawang merah : 5 biji (dihaluskan)
  • Mentega
  • Telur : 1 biji aja (mahal)
  • Sambal Botol: 2 sendok
  • Oregano
  • garam dan merica
  • separuh sendok teh royco
  • tomat dipotong tipis-tipis
  • dan jangan lupa yang paling penting..........kelas NasiPutih 2 piring
Karena Sebagian Kelas sudah disediakan oleh framework kulkas, maka kita mulai developmentnya.

Rencana development nasi goreng adalah sebagai berikut :

  1. tumis dua bersaudara bawang tersebut (bawang merah dan putih) dengan menggunakan mentega
  2. masukkan telur, buat orak arik telur.
  3. masukkan sambal botol
  4. masukkkan nasi
  5. aduk-aduk sampai merata
  6. masukkan garam, merica , dan oregano
  7. masukkan tomat

Masalah rasa......tunggu update terbaru.


Update Setelah Memasak........

n
tah karena aku yang kelaparan, atau resep ini berhasil, tapi rasanya lumayan enak. Cuman ada beberapa bug yang harus diperbaiki :
  1. Nasi goreng yang kubuat ini menggumpal, ntah kenapa.
  2. Tadi aku developmentnya pakai royko setengah sendok teh, dan itu agak "eneg". Mungkin lebih enak kalau tidak pakai.
  3. Tomatnya gak kerasa, mungkin lebih baik kalau dihidangkan setelah dimasak, bukan dimasukkan ketika dimasak.

Menginstall JReport + IReport dan Netbeans

{ Posted on 15:07 by Adib Toriq }
Seperti biasa, sebetulnya aku belum pernah coba buat report sebelumnya. Tapi daripada aku belajar sendiri, mending dishare disini aja. ok? Oyi. lets go.

Menyiapkan Bahan Baku
bahan baku yang kita butuhkan adalah netbeans 6.x, library jreport, dan plugin ireport untuk netbeans. Netbeans dapat di download di situs netbeans.

untuk ada dua cara yang dapat digunakan mendapatkan ireport plugin.
  1. cara 1 : download plugin nya dari dari situs sourceforege. alamatnya disini
  2. cara 2 : klik tools->plugin->available plugin di netbeans. klik reload catalog, cari ireport.
Yang akan saya bahas adalah cara yang pertama, karena cara yang kedua tidak berjalan dengan sukses di netbeans 6.5 ku :(. kalau ada yang berhasil pakai cara 2, bilang-bilang ya :D.

Setelah download netbeans plugin, saya mendapatkan file iReport-nb-3.5.1-plugin.zip. setelah diektrak isinya ada 3 file :


Untuk mengsintal plugin, klik tools->plugin->downloaded plugin-> klik add, pilih 3 file yang di-zip tadi.

kalau ada tampilan seperti di bawah ini, pilih continue aja.

Buktikan bahwa ireport sudah terinstall dengan cara klik new file. jika sudah ada pilihan report, maka ireport sudah terinstall. Sekarang aku mau Istirahat bentar - kayanya es degan istriku gak ada yang jaga deh di kulkas :D.

Es degan jl tawang mangu memang segar :D.

Kerja Dulu, Baru Kuliah (THINK THE OPPOSITE)

{ Posted on 17:46 by Adib Toriq }
Tulisan ini muncul gara-gara dua kejadian yang kualami. Kejadian pertama adalah gara-gara ngobrol dengan bu dhany, danu, data, aziz, dll, sehabis sosialisasi akreditasi ilkomp. Kejadian kedua adalah pengalamanku di "sum"-kan (kumulatif) selama ini.

Buat temen-temen yang melihat aku waktu sma sampai sekitar semester 4 di kuliah, pasti gak nyangka kalau aku bakal mborong kuliah, nikah, kerja sekaligus. dan buat orang yang baru ketemu aku satu-dua semester ini, pasti dia gak nyangka kalau aku pernah menjadi mahluk yang study oriented banget. Saking study orientednya, aku gak pernah ikut aktif organisasi apapun. Aku adalah mahluk amfibi hidup di dunia kerja, kuliah, dan rumah tangga :)). Tapi gara-gara menjadi mahluk amfibi ini aku bisa melihat dengan dua kacatama yang berbeda. Dan karena itu aku berpikir mungkin ada baiknya calon mahasiswa itu mencoba magang/kerja di tempat yang akan menjadi jurusannya. kenapa begitu? begini.....

Salah satu kelemahan mahasiswa ketika kuliah adalah tidak mengetahui bagaimana ilmu yang didapat pada waktu kuliah diaplikasikan di dunia kerja. Awal aku diajari masalah IP, dan layer-layer TCP/IP aku mengerti semua yang dijelaskan. aku hapal,tau maksudnya, Waktu ujian aku bisa, but thats it-diluar materi ujian aku gak ngerti. Dan karena aku menggunakan metode menghafal, bukan mengerti, maka satu semester kemudian aku sudah lupa. Aku benar-benar mengerti masalah IP, dan konco-koncone waktu aku praktikum. Ok, jaringan komputer ada praktikumnya. Tapi bagaimana dengan materi yang tidak ada praktikumnya? bagaimana dengan pemrograman internet? apa itu bahasa pemrograman berbasis client? apa itu pemrograman berbasis server? itu baru-baru kumengerti waktu menghadapi kasus nyata di dunia kerja.

Masalah Tanggung Jawab. Waktu kita kuliah kita bisa bebas titip absen, Mencari tumbal pada waktu kerja kelompok (kelompok 10 orang yang kerja dua) , tidak mengerjakan tugas dengan serius, dll. Bandingkan dengan kalau pada waktu kita kerja? kalau kita dianggap tidak produktif, kalau kita malas-malasan, ya paling bosnya tinggal bilang sayonara. Aku belajar bagaimana nikmatnya kerja sungguh-sungguh, bagaimana menghadapi tekanan deadline itu di dunia kerja. Aku (dan sebagian besar orang) adalah penganut prinsip "ala bisa karena terpaksa". Andai kata orang belajar bekerja sungguh-sungguh, dan menghargai tanggung jawab dimulai pada waktu awal kuliah, aku yakin mudah untuk mencari ip diatas 3.

Dari beberapa hal ini, aku berpikir.....mungkin akan menarik jika calon mahasiswa itu kerja/magang dulu selama beberapa bulan - mungkin 3 bulan - sebelum dia masuk ke universitas. Jadi calon mahasiswa itu memiliki pandangan lebih jelas akan bidangnya, dan lebih menghargai tanggung jawab.

Thats what i think.....any comment?